Feb 20, 2012



Pengalaman pertama nih membuat paspor langsung di kantor Imigrasi Bandung, November 2011.


Kesan pertama ke imigrasi adalah .... uuuuh, sempit banget tempatnya. Padahal setiap harinya, imigrasi dikunjungi sekian banyak orang, dari pagi sampai sore. Saya sih sangat berharap kantor imigrasi diperluas, petugas diperbanyak, jadi tidak perlu antri lama-lama, dan akibat lebih jauh ... mengurangi praktek percaloan (yang mungkin ada). Orang pake jasa calo kan karena malas mengantri, ga ada waktu. Nah, kalo prosesnya cepat, siapa perlu calo?

Nah, kalo agan-agan mau buat paspor sendiri, kira-kira begini prosesnya (based on my experience). Minimal agan mesti bolak/i 3 kali ke imigrasi, mau ga mau loh. Dan kalau agan kesiangan yah dapet antrian nomor belakang deh. Agan bisa pulang dulu or ke mana dulu sih, tapi lihat-lihat sikon yah.

Kedatangan pertama, agan harus ambil formulir permohonan paspor di loket terdepan. Gratis!  Terus beli map kuning khusus dan sampul paspor warna ijo, 10rb kalo ga salah, di kantin belakang. Agan bisa langsung isi tuh formulir. Di sana ada tempat buat isi formulir (dan ada contoh yang udah jadi, kok, jangan bingung). Kalo agan lebih nyaman isi di rumah, ya bawa pulang dulu aja, nanti balik lagi untuk penyerahan formulir.
Setelah formulir siap, ambil dulu nomor antrian untuk menyerahkan formulir.
Kalo udah nyerahin formulir dan menurut petugas oke, agan boleh pulang. Agan akan dikasih kertas bukti penyerahan dan tanggal kembali untuk membayar biaya paspor, foto, dan wawancara.

Tips : datang pagi (jam buka : 8.00, kesiangan dikit aja, nomor antrian agan bakal kelewat banyak), bawa dokumen lengkap baik asli maupun fotokopinya plus bolpen hitam yang enak dan lancar. Oh, ya, jangan lupa materai 6000, kalo ga salah sih cukup satu, kecuali agan mengurus paspor anak ya harus tambah lagi (lihat formulir).
Dokumen yang harus dibawa (seingat saya, loh, untuk informasi terbaru, mendingan cek lagi ya langsung ke imigrasi) :

  1. Formulir permohonan paspor yang sudah terisi lengkap
  2. Fotokopi dan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP) --- Fotokopi KTP mesti depan belakang dan tampak depan dan belakang mesti ada dalam satu lembar HVS, jangan dipotong. Di sana ada sih tempat fotokopi tapi nguantriiii ...
  3. Fotokopi dan asli Kartu Keluarga (KK)
  4. Fotokopi dan asli Akte Kelahiran
  5. Fotokopi dan asli Ijazah Pendidikan terakhir
  6. Surat keterangan bekerja (minta aja ke bagian personalia di kantor, pasti ngerti kok).
  7. Fotokopi dan asli paspor sebelumnya (jika pernah punya paspor)

Kedatangan kedua, sesi bayar plus  foto dan wawancara, kira-kira 2-3 hari setelah penyerahan formulir. Datang pagi, jangan lupa bawa uang secukupnya (waktu saya buat paspor bulan November 2011 sekitar 255rb/orang), pakai kemeja yang rapi (tapi kalo agan lupa dan pake kaos, nanti dipinjamin jas kok), dan bawa dokumen asli.
Ambil nomor antrian untuk sesi ini (berbeda dengan nomor antrian penyerahan formulir, loh, silakan tanya petugas di bagian pengambilan nomor antrian). Nomor antrian untuk bayar di loket sama dengan nomor antrian untuk foto dan wawancara, jadi jangan dibuang. Tunggu dipanggil untuk pembayaran, biasanya di bagian pembayaran tidak perlu menunggu lama. Agan akan diberi bukti pembayaran.

Lalu duduk lagi tunggu dipanggil untuk difoto dan diwawancara. Nah, bagian ini yang ngantrinya paling lama, soalnya prosesnya banyak - foto, sidik jari, wawancara. Nah, sambil duduk menunggu, agan bisa kok nonton tv, bbm, jajan dulu di luar, atau perhatikan keadaan sekitar. Waktu saya menunggu, saya sering melihat orang-orang yang begitu datang langsung dipanggil masuk ke ruang foto dan wawancara, biasanya mereka disertai orang tertentu, ehemmm ... calokah? Saya tidak berani memastikan, saya tidak punya bukti.
Setelah dipanggil, agan akan difoto, lalu diambil sidik jarinya (semua jari tangan loh), terus diwawancara. Wawancaranya berkisar antara agan mau ke mana, untuk apa, pertama kali buat pasporkah, dll yang ringan-ringan aja. Apalagi jika agan kebagian sore pas mo tutup, pasti wawancara kurang dari 1 menit juga beres. Trus agan dikasih bukti pembuatan paspor dan diminta untuk tandatangan dan boleh pulang.


Kedatangan ketiga adalah pengambilan paspor, biasanya 4-5 hari setelah wawancara, tanggal pastinya diberi tahu di bukti pembuatan paspor itu. Jangan datang pagi-pagi karena jadwal pengambilan paspor dimulai jam 13.00. Tapi waktu itu saya mengambil sebelum jam 12.00 dan atas pengertian bapak petugasnya (soalnya saya harus jemput anak-anak jam 1), saya diperbolehkan mengambil paspor saya. Untuk pengambilan tidak mengantri lama kok sebab hanya perlu tanda tangan saja bahwa paspor sudah diambil. Nah, selamat, agan sudah punya paspor.
Tips : ambil paspor tidak boleh diwakilkan kecuali anak agan sendiri, bahkan paspor suami/istri agan pun harus memakai surat kuasa. Untuk jelasnya, agan tanya langsung bagian pengambilan paspor. Setelah menerima paspor, periksa dulu data yang tercetak. Soalnya, pernah seorang teman ternyata mengalami masalah di imigrasi Hongkong karena di paspornya tercetak jenis kelamin  L/F mestinya L/M (laki-laki/male). Nah, agan kan ga mau mengalami kejadian begitu kan?

Begitulah, kira-kira proses pembuatan paspor sesuai yang saya alami. Tapi yang saya tulis ga pasti akan agan alami persis juga. Tergantung agan bikin paspornya pas peak season atao ga. Waktu saya sih, kata petugasnya lagi dikit. Tentunya kalo yang mengurus paspor banyak ya prosesnya membutuhkan waktu lebih lama lagi. Semoga beruntung !

Tips terakhir nih, berangkat mesti lebih pagi mengingat jalan Suropati itu macet karena pasar Suci.

Kantor Imigrasi Bandung

JL. SUROPATI NO. 82 BANDUNG 40122
BANDUNG
(022) 7272081, 7563439, 7275294