Dec 26, 2012

Banjir bukan cuma milik ibukota. Di Bandung dan sekitarnya  juga sering banjir. Hujan deras selalu menyisakan banjir di berbagai tempat. Jalanan macet, kendaraan mogok, rumah terendam,  berbagai kegiatan bersih-bersih rumah menjadi akibat yang harus kita tanggung. Belum lagi akibat banjir yang mengakibatkan kematian.

Teroboss
 Herannya, banjir di suatu tempat pasti terjadi lagi di tahun berikutnya. Hebatnya, tempat yang tidak pernah banjir, sekarang banjir. Jadi lokasi banjir bertambah luas bukannya berkurang.

Banjir wae
Penyebab banjir sudah pasti drainase yang ga jelas keberadaannya. Lihat saja pinggir jalan sudah dibangun ruko-ruko, got depan ruko ditutup begitu saja, lalu air hujannya mesti ke mana dong? Sampah yang berserakan juga ga kalah andil dalam membuat banjir. Manusialah penyebab banjir. Kitalah yang mendatangkan bencana.

Lalu bagaimana? Ya kita semua warga Bandung kudu terlibat. Jangan tutup saluran pembuangan! Jangan kotori saluran pembuangan dengan sampah! Stop nyampah, geura! Tau 3R, ga? Reduce, reuse, and recycle. Kurangi pemakaian bahan (apalagi plastik), gunakan kembali barang yang ada (misal : kantong kresek bekas pake lagi buat bawa belanjaan dari supermarket), dan daur ulang bahan (contoh : buat kompos dengan sampah dapur setiap hari).  Usul saya sih, naikkan retribusi sampah warga. Makin banyak sampah makin mahal retribusinya. Tegakkan sanksi bagi pembuang sampah di lingkungan umum.   Masih banyak hal yang bisa dilakukan oleh warga dan pemkot Bandung. Masalahnya, mau ga?