Jan 19, 2015

Akhirnya setelah 3,5 jam jogging dan walking, sampe juga saya ke Tebing Keraton!!
Berangkat kurang dari jam 5 pagi, saat langit masih gelap, tapi jalan sudah mulai ramai. Sampai di Tahura 2 jam kemudian. Senangnya sampai Tahura, kirain tinggal dikit lagi ke Tebing Keraton. Ternyata ... masih jauh!!

Nah, kalau mau jalan ke Tebing Keraton, sebaiknya, parkir di Tahura. Trus, mulai jalan lurus terus dari Tahura. Sedikit aja 100 meteran, belok kanan ke Jalan Bukit Pakar Utara. Nah, di jalan ini banyak rumah-rumah mewah di kiri kanannya. Katanya, ada rumah seluas 2500 m2 loh di sini. Wheeeww ...

Jalannya ya kadang berbatu, kadang mulus aspal. Yang pasti, jalannya naik, naik, terus nanjak. Malah ada yang nanjaknya 45 derajat (menurut saya sih). Cobain deh sendiri ...
Trus jalan sampai ketemu warung bandrek yaitu warung yang jualan bandrek, bajigur, gorengan, dll. Tempat ini terkenal di kalangan pesepeda. Sampai warung bandrek belok kiri, ada palang Tebing Keraton nya kok. Silakan jalan terus, nanti akan lewat rumah penduduk, lembah di sebelah kanan, bukit-bukit yang vegetasi alaminya adalah pohon pinus. Cuma sekarang sudah banyak yang dibuka menjadi rumah dan ladang. Nikmati ..

Akhirnya ... setelah tanjakan terakhir sampai juga di Tebing Keraton. Sekarang Tebing Keraton dikelola secara resmi oleh pengelola Tahura, yaitu Dinas Kehutanan. Jadi, kita mesti bayar kalo masuk. Cuma 11.000 rupiah kok. Untuk memelihara alam, okelah.

Tebingnya sendiri sudah ditata dengan anak tangga yang rapih dan dipagari. Tempat menikmati pemandangannnya sih ga luas, sudah di beri paving blok dan banyak batu di situ. Hati-hati, awas jatuh ya. Soalnya pagarnya rendah. Ga cocok banget untuk anak-anak yang ga mau diem. Waktu saya ke sana pun ga ada anak-anak, semua remaja.

Pemandangannya ... oke!!
Saya nyampe jam 8 pun masih oke. Ga ada matahari pun tetep oke.
Di sana kita bisa turun tebing kira-kira 10 meteran, tapi saya sih ga berani.

Tips : jangan lupa bawa kamera!!!

Enjoy!!